Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2017

Renunganku : Apa Yang Kamu Lakukan ?

Saat Kamu,Sedang Terbangun ! Apa yang Kamu Lakukan ? Saat Kamu,Sedang Terjatuh ! Apa yang Kamu Lakukan ? Dan Di Saat Kamu,Sedang Tertidur ! Apa yang Kamu Lakukan ?
Apakah Mencoba untuk Mengeluh ? Apakah Menyelimutinya Dengan Penyesalan ? Ataukah Kamu Akan Larut Ke Dalam Ke Galauan ?
Ku Rasa Kita Semua Tidak ! Karena Kita Akan Mencoba Untuk Perbaikinya Mencoba Untuk Membangunya Kembali Mencoba Untuk Kembalikan Keadaanya
Tapi Apakah Kamu Kuat ? Kuat Dalam Waktu Penantiannya Kuat Dalam Terpaanya Apakah Kamu Dapat Kuat Kembali ?
Jika Kau Pandang Akan Pohon Yang Lapuk Setengahnya ! Apakah Yang Lapuk Dapat Kembali ? Kurasa tidak,Karena Yang Lapuk Akan Di buangnya ! Karena Bila Ia tinggalkan Kenangan Akan Yang Lapuk Tetap Berada ! Jika pohon Dapat Berbuat Demikian Agar Ia Tetap Nampak Indahnya ! Apakah Kamu Akan Demikian Pula ? Ku Rasa Banyak Yang Demikian....!!!

Namun Aku tidak Demikian ! Lantas Apa Yang Kamu Lakukan ? Biar Tuhan Tahu Dahulu Aku Dari Debu Dan Tanah ! Biar Orang Mengerti Ti…

Nyatanya,Tuhan Tolong Aku

Tak Ku kira,Tak ku Sangka Dan Tak ku Duga Anak Kecil Berjubah Putih,Kau tolong Aku Yang Aku,Ketakutan,Gemetar,Gelisah Dan bimbang Kau Tolong Aku
Akhirnya Aku Mampu untuk berjalan Lagi Berjalan Untuk Menggapai Yang ku Usahakan Walau kini Semua Telah Menandai Aku Aku ini Sampah,Sampah Yang tiada Artinya
Tapi Kau Tuhan Yang Angkat Aku Dari Tumpukkan Sampah  Terimakasih Tuhan,Kau Baik Selalu Berbuat Banyak hal Yang Baik Maaf,Aku Yang terlelah dan tertatih Merintih Karena Apalah Daya ini,Bila Tak Berbuat Demikian Bilamana Aku Dalam Sesat,Bila Mana Aku Dalam Susah,Bilamana Aku Dalam Gelap Karena Itu Harap Besar Dari Yang Terkecil,Yang Berusaha Melepas Dari Kecil Untuk Dapat pertumbuhannya
Bagai Bibit,Hendaklah Aku Harap Besar Jadi tumbuh TunasKu Dan Berlalu Lalu Bagai Pertumbuhan Yang Kau Berikan Bayi Ke Kecil,Kecil ke Dewasa,Dewasa Ke Tua-Tua Akhirnya Kau Angkat Aku Itu Harap Besar Sebagai Yang Hidup
Terimakasih Salam Sejahtera Jbu All

Kini Benar Benar Aku Telah Kehabisan Daya

Waktu Berlalu Dengan Cepatnya Enam Bulan Telah Aku Lalui Bahkan Lebih Dari itu Dayaku Kini Tersisa 0,5 lagi Jadi ku tuliskan Saja Di Sini Sisanya, Aku Perlu Berjalan Dan Aku Perlu Merintih untuk Mencari Daya Kembali Karena Nampak Jauh terpandang Tempat Pengisian Daya Upayaku Semua Yang Telah Aku Lalui Tiada buah Hasilnya Seakan Semuanya Sia Sia Tiada Guna Bagaikan Sampah pecundang Maaf bila Aku Selama ini Jadi rumput liar Pengganggu Di Sekitarmu pengusik Di Kawasannya Terimakasih ini Dari Hatiku Yang kini Akan berlalu Menanti Daya upayaku Dapat terisi kembali di Dalamku Agar Aku Dapat melangkah Kembali Dalam Hal Usahaku Yang Mungkin Jadi Rumput Penggangu Di Sekitarmu Maaf Maaf Dan Maaf Sekali Lagi Hanya Dapat Berkata maaf
Terimakasih Salam Dari Saya Agar Semua Sejahtera Jbu

Tidak Dapat Apa Apa

Gambar
Tidak Dapat Apa Apa Kopi Lampung Enak Rasanya  Hai mesin Yang Ada Jauh Di Sana Aku Tak Tahu Apa Yang Kau Katakan Kepada diri ini Kau pinta Aku kontakku Aku kini Telah berikannya
Tapi Aku bertanya Ada Apakah Di Sana Aku Tahu Aku Salah Padamu Hai mesin yang di Seberang Sana Mending kita Ngopi Di Sini Aja Kota Lampung Di kotaku Saja Maaf Aku Tak Dapat Kesana
Hanya Aku Beri Tahukan Saja Dari Sini Aku tidak Dapat Apa Apa Tidak Dapat Apa Apa Kau tuntut Aku Semua Sia Sia
Ini Kata Kata Ku Yang TerAkhir Kalinya Bilamana Aku Tak Lagi Bekerja Hai Mesin kau Tahu Aku Kehabisan Daya Maaf beribu maafku Kepada Semuanya Ini Kata Akhirku Bila Nanti Kau temui Aku Tak Lagi bekerja Kau Tahu Surat Sampah ini
Kau Telah Dapat mengelola kontakku Dan Kau telah Tahu Cara hubungi Aku Ku tinggalkan No Hpku Bila Saja Kau ingin Sesuatu Mungkin Kau ingin Tuntut Aku Mungkin Kau ingin Tangkap Aku Aku Ada Di Lampung Tidak Dapat Apa Apa Tidak Dapat Apa Apa

Terimakasih Salam Sejahtera JBU All

Puisi : Fajar Sumatraku Menyingsing Dari Ujung Kakinya

Ketika Fajar Ketika Puisi  Ketika Sumatraku Kuatkan Kakinya Di Ujung Selatannya
Menyingsing Dari ujung Kakinya Sinarkan Cahaya Fajar Ke Utara Puisi Tetaplah Beralunan Seperti Hembusan Angin Sepoi- Sepoi Sampaikan Suara hatinya Dari Lubuk Hatinya
Bagaikan Sebuah Fajar Yang Hendak Sinari Pagi Hari Dari ujung Sumatraku Kotaku Lampung Kaki Ujungnya Hantarkan Sebuah Kata Kata Sampai Ke utaranya Singsingkan Fajar Sumatraku Menyingsing Dari Ujung Kakinya
Hendaklah Aku Sampaikan Seruanku Lewat Alunan puisi yang berkata kata Kata cinta Untuk Sumatraku Tanah Lahirku Yang Aku cintai
Walau Jelek kata ini Tetap biarlah Aku berkata Dari Pada Aku membisu Tanpa Kata Tandaku Tak berbuat Apa Apa
Apalah Arti bila hidup ini Tanpa Kata Karena Tuhan Serukan Kata Maka Jadilah kita Dan Pula Ia Serukan ke kita Berserulah Maka Engkau Akan Ku beri Dan Sekali Lagi,Walau Itu jelek tetaplah Kata Kata Yang mungkin Di balik Kata Kau Temukan Arti Arti Sebuah Fajar Yang Akan menyingsing Dan bisa Jadi itu Kata Arti Ya…

Cerpen : Googlebot VS Nasku

13 April 2500,Aku Nasku Lahir di mana zaman robot googlebot di luncurkan menjadi robot seperti manusia.Bagaikan Asisten Iron man Yang terlahirkan Di kisah Avengers.Ia Dapat hidup Dapat membantu Para Manusia.Namun Ketika itu,Ketika Aku Dewasa Yang kini baru lulus Sekolah Technology Informasi.Mulailah Pedang Itu Turun Dari Langit.Yang Di Mana Artinya Yang Tadinya Manusia berjalan bersama Sama Dengan Robot Googlebot,Kini terjadi perang,oleh karena Sebabnya manusia tidak Dapat di Atur Oleh robot.Yang Di mana Akhirnya muncul Peperangan Yang Terjadi Di Antara Manusia Dengan robot.
Dan jelas Saja kini Manusia Dapat Di Kalahkan oleh Robot Karena Mereka robot.Numun Googlebot Sang Bos Dari Googlebot menjadi Kawatir,Sebab Dalam Pencariannya Di Zaman 2000an Ada Sesosok Manusia Yang Sangat Keras Sekali.Dan karena itulah Googlebot Berambisi untuk Mengatur Manusia Di karenakan Ia Dendam Dengan Seorang Manusia Di Zaman 2000an Yang Susah Di Atur.
Dan googlebot pun Mencari Keturunannya Ya Ia Adalah Ak…

Renungan Harian Hari ini

Hari ini Aku Merenungkan Di Harianku Renunganku Yang kini Adalah Keluh Kesah Aku Tak Dapat Sepertinya Aku ini Di Akhir Daya Aku ini Mungkin Aku tak Dapat Berkata Lagi
Ketidak Mampuan Aku Yang kini Membuat Massa Depan Aku Hanya Terlihat Tertidur Saja Tidur Saja Dan Menunggu Engkau Bapa Datang Hampiri Aku Karena Dunia Terasa Menyulitkan Aku
Tak Mampu Lagi Aku ini Di Dunia Dunia ini Mendesakku Untuk Berlalu Berlalu Ketempat aku Yang lalu Yang Lalu Engkau Tahu Bapa Lalu Ku Kelam Lalu Ku Sunyi Di Tinggal Oleh Malam
Hingga Kini Aku Hanya Ingin Tertidur Saja Karena Malam Selimuti Aku Tak Ada Terang Yang Datang Padaku Bapa Kecuali Terang Sebuah lilin Yang Kau Berikan Padaku Yang Di mana Engkau Beri Petunjukku Untuk Menantimu
Dengan Hanya Nyala lilin ini Yang Dapat Aku Jalani Sungguh  Gelap Benar Sekitar Langkah Langkah Aku ini Sepertinya tiada Jalan Terang Lagi Di Dekatku Hanya Nyala lilin Yang Kau berikan Padaku untuk Menantikanmu Datang Hampiri Aku Di Jalan itu Bapa Jalan Penantian Aku Men…