Posts

Humor Profesor Bahasa Dan Editor Koran

Profesor Bahasa dan Editor KoranSeorang profesor bahasa Indonesia dan editor koran lokal sering berdebat dengan bercanda. Pada suatu petang, profesor sedang berjalan keluar dari klub lokal dengan
sebotol wiski dibungkus kertas koran hari itu."Oh!" Kata editor, yang berjalan melewati, "Sepertinya ada sesuatu yang menarik di koran itu.""Yoi," jawab si profesor, "Ini adalah hal yang paling menarik di sepanjang minggu ini."Sistem Speaker Darurat di KantorSebuah suara di loudspeaker kantor mengumumkan: "Kami akan menguji sistem speaker untuk memastikan alat ini akan bekerja benar dalam keadaan darurat."Semua keyakinan pegawai dalam tindakan pencegahan keselamatan ini mulai memudar ketika ada suara yang menambahkan: "Jika anda tidak dapat mendengar pengumuman ini, silahkan hubungi kami."Masuk KerjaTerlambat dan PulangCepatAda sebuah perusahaan dengan jadwal kerja yang sangat ketat. Semua staf datang untuk bekerja jam 6 pagi dan mul…

Humor Putus Asa Belajar Bahasa Inggris

PutusAsaBelajar Bahasa Inggris"Ini sepertinya tidak berjalan begitu baik, Pak," kata seorang murid yang putus asa kepada guru bahasa Inggrisnya,"Saya mencoba untuk belajar, tetapi semua yang anda katakan masuk ke kedua telinga saya dan keluar melalui telinga yang lain.""Masuk di kedua telinga dan keluar di telinga yang lain?" Tanya guru bingung, "tapi kamu hanya memiliki dua telinga, Nak.""Anda lihat juga kan, Pak, saya juga tidak pandai matematika!"BahayaKeluar di CuacaBersaljuGuru memperingatkan kelas tentang bahaya keluar di cuaca dingin bersalju tanpa berpakaian tebal."Ada satu anak laki-laki," katanya, "yang begitu bersemangat untuk pergi keluar dan bermain dengan kereta luncur dan ia tidak memakai mantel atau syal; ia terperangkap dingin, dan dingin itu menyebabkan pneumonia dan ia meninggal!"Guru berhenti untuk memungkinkan moral dari cerita ini meresap, ketika sebuah suara kecil berkata, "Apa yang terja…

Humor Alasan Bercita-cita Menjadi Guru

AlasanBercita-citaMenjadi GuruGuru: "Kamu ingin menjadi apa ketika kamu besar, Tomi?"Tomi: "Saya ingin menjadi guru, Pak."Guru: "Apakah memang begitu? Dan mengapa kamu ingin menjadi seorang guru?"Tomi: "Karena saya tidak perlu giat belajar, namun saya akan tahu segalanya!"Prosedur di RuangSidangSeorang profesor bidang hukum itu berceramah di sebuah kelas mengenai prosedur di ruang sidang."Ketika anda berjuang dalam sebuah kasus dan memiliki fakta-fakta di sisi anda, maka pukulkan palu dan tandaskan pada fakta-fakta. Jika anda memiliki dasar hukum di sisi anda, pukulkan palu dengan menggunakan hukum."Seorang mahasiswa bertanya, "Tapi bagaimana jika kami tidak memiliki fakta maupun dasar hukum di sisi kami?""Kalau begitu," kata profesor, "pukulkan palu di atas meja."Pelajaran MenghitungKelereng"Budi, jika saya memiliki 20 kelereng di saku celana kanan saya, 20 kelereng di saku celana sebelah kiri saya, …

Cerpen Berkorban Itu Indah

Musim hujan sudah berlangsung selama dua bulan sehingga di mana-mana pepohonan tampak menjadi hijau. Seekor ulat menyeruak di antara daun-daun hijau yang bergoyang-goyang diterpa angin.
”Apa kabar daun hijau!!!” katanya. Tersentak daun hijau menoleh ke arah suara yang datang.
”Oo, kamu ulat. Badanmu kelihatan kecil dan kurus, mengapa?” tanya daun hijau.
”Aku hampir tidak mendapatkan dedaunan untuk makananku. Bisakah engkau membantuku sobat?” kata ulat kecil.
”Tentu ... tentu ... mendekatlah ke mari.”

Daun hijau berpikir, jika aku memberikan sedikit dari tubuhku ini untuk makanan si ulat, aku akan tetap hijau, hanya saja aku akan kelihatan belobang-lobang, tapi tak apalah

Perlahan-lahan ulat menggerakkan tubuhnya menuju daun hijau. Setelah makan dengan kenyang, ulat berterima kasih kepada daun hijau yang telah merelakan bagian tubuhnya menjadi makanan si ulat. Ketika ulat mengucapkan terima kasih kepada sahabat yang penuh kasih dan pengorbanan itu, ada rasa puas di dalam diri daun hija…

Cerpen Cukup Itu Berapa?

Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata ”cukup”.
Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana.

Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya.
Masih kurang!

Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata ”cukup”.

Kapankah kita bisa berkata cuk…

Cerpen Cara Pandang Terhadap Beban Hidup

Bukan berat Beban yang membuat kita Stress, tetapi lamanya kita memikul beban tersebut.
Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: ”Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?”Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.”Ini bukanlah masalahberat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya.” kata Covey.”Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya.Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.””Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya.” lanjut Covey. ”Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi”. Kita harus…

Apa Keputusan Kita

Baca: 1 Raja-Raja 18:16-46"...Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia." (1 Raja-Raja 18:21a)Banyak orang ada di lembah penentuan. Di setiap kehidupan, kita membuat keputusan yang akan memengaruhi takdir dan jalan hidup kita. Setiap pilihan kita sangatlah penting karena takdir hidup ditentukan oleh pilihan dan keputusan yang kita buat. Apakah kita memilih hidup atau kematian, itu keputusan kita, tidak ada pilihan netral di tengah-tengah. "Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, …